www.AlvinAdam.com


Warta 24 Bengkulu

Daftar Gratis!

Ketikan alamat email anda. Gratis!

Delivered by FeedBurner

thumbnail

Posted by On 18.08

Cuaca Ekstrem, Sejumlah Pohon Tumbang di Bengkulu-Kepahiang

Cuaca Ekstrem, Sejumlah Pohon Tumbang di Bengkulu-Kepahiang

Ilustrasi (Antara/Andreas Fitri Atmoko)

Oleh: Usmin / YUD | Sabtu, 2 Desember 2017 | 07:35 WIB

Bengkulu - Sejumlah pohon tumbang di ruas jalan Bengkulu-Kepahiang, tepatnya wilayah Kecamatan Tabah Penanjung, Bengkulu Tengah, Jumat (1/12) sore. Tumbangnya beberapa pohon itu menyusul cuaca ekstrem melanda Provinsi Bengkulu, selama tiga hari terakhir. Akibatnya, arus lalu lintas kendaraan di jalur ini sempat mengalami kecematan beberapa jam.

Arus kendaraan kembali berjalan lancar dan normal, setelah pohon tumbang yang menutupi badan jalan berhasil disingkirkan petugas BPBD Kabupaten Bengkulu Tengah.

Namun, pohon tumbang di badan jalan tersebut, tidak menimbu lkan korban jiwa bagi pengendar yang melintas di jalan Bengkulu-Kepahang tersebut. Sebab, ketika pohon tumbang tidak ada kendaraan yang melintas di daerah tersebut.

"Ada sekitar lima pohon besar tumbang di jalan lintas Bengkulu- Kepahiang, akibat hujan disertai angin kencang melanda daerah tersebut. Pohon tumbang tersebut terjadi pada Jumat (1/12) sore, dan menyebabkan arus kendaraan roda dua dan empat di jalur ini sempat mengalami kemacetan bebera jam," kata Zainal (27), warga Bengkulu Tengah.

Namun, pohon tumbang yang melintang di badan jalan Bengkulu-Kepahiang tersebut, dalam tempo singkat berhasil disingkirkan dan dibersihkan oleh petugas BPBD Bengkulu Tegnah, sehingga arus kendaraan dari Bengkulu-Kepahiang dan sebaliknya kembeli normal seperti biasa.

Selain pohon tumbang, di ruas jalan Bengkulu-Kepahiang juga terdapat sekitar 7 titik tanah longsor. Namun, tanah longsor tersebut, tidak sempat menutupi badan jalan, sehingga arus lalu lintas kendaraa n roda dua dan empat di jalur tersebut, masih berjalan lancar.

Namun, jika hujan terus menguyur Bengkulu Tengah dan sekitarnya, dikhawatirkan tanah longsor tersebut, terus bergerak turun, sehingga menutupi badan jalan. Hal ini menyebabkan arus lalu lintas kendaraan di jalur Bengkulu-Kepahiang mengalami kemacetan.

Kepala BPBD Bengkulu Tengah, Tomi Malisi, di Bengkulu, Jumat (1/12) membenarkan hal tersebut. Ia mengatakan, untuk mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menyiagakan satu unit alat berat berikut operatornya di jalan Bengkulu-Kepahiang.

Hal ini dilakukan bila terjadi tanah longsor menutupi badan jalan langsung disingkirkan, sehingga arus lalu kendaraan di jalur ini tidak terhambat. "Alat berat kita siagakan di jalan Bengkulu-Kepahiang hingga tahun baru 2018 mendatang," ujarnya.

Sebab, jalur Bengkulu-Kepahiang-Rejang Lebong-Lubuklinggau ini merupakan jalur pintu masuk ke Provinsi Bengkulu bagi kendaraan dari luar daerah, sehingga jal ur ini tidak boleh putus baik saat cuaca esktrem maupun dalam kondisi cuaca normal.

"Jika jalan Bengkulu-Kepahiang-Rejang Lebong-Lubuklinggau, Sumsel putus, maka akan berdampak terhadap perekonomian masyarakat Bengkulu. Karena itu, jalur ini tidak boleh putus akibat tanah longsor dan sebagainya selama berlangsung cuaca ekstrem di daerah ini dan seterusnya," ujarnya.

Hal senada diungkapkan Plt Kepala Dinas PU Bengkulu, Oktaviano. Ia mengatakan, di beberapa ruas jalan rawan longsor telah disiagakan alat berat. Hal ini dilakukan bila terjadi langor, maka timbunan tanah yang ada di badan jalan dapat disingkirkan cepat.

Dengan demikian, arus lalu lintas kendaraan diruas jalan rawan longsor di Bengkulu, selama berlangsung cuaca ekstrem di daerah ini tidak sempat putus, sehingga aktivitas masyarakat dapat berjalan lancar, katanya.

Kepala BPBD Provinsi Bengkulu, Sumarno mengimbau selama cuaca ekstrem landa daerah ini, sebaiknya nelayan Bengkulu, tidak b erangkat ke laut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan terjadi.

"Kita mengimbau sebaiknya nelayan di Bengkulu, tidak berangkat ke laut karena gelombang tinggi, sehingga jika tetap melaut dikhawatirkan akan diterjang gelombang besar," ujarnya.

Selain, BPBD Bengkulu juga mengimbau warga yang menetap disepanjang DAS untuk mewaspadai banjir, selama berlangsung cuaca ekstrem. Sebab, intensitas hujan lebat cukup tinggi sehingga sungai berpotensi meluap dan merendam permukiman warga.

"Dengan kewaspadaan itu, bila datang banjir warga langsung menyelamatkan diri ke tempat yang aman, sehingga akan terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan masyarakat," katanya.



Sumber: Suara Pembaruan ARTIKEL TERK AIT
  • Hujan, Pohon Tumbang di Jalur Puncak
  • Pohon Tumbang Melintang di Jalur Puncak-Cianjur
  • Mobil Pintar Askrindo Hadir di Bengkulu
  • Pemkot Bogor Intensifkan Pemangkasan dan Penebangan Pohon
  • Dua Warga Jambi Tewas Tertimpa Pohon
  • Terendam Banjir, Ratusan Hektare Padi di Bengkulu Terancam Puso
  • 1 Suap di Jambi 2 Suksesi Dini Golkar 3 Gunung Agung Meletus 4 Putri Presiden Menikah 5 Banjir Melanda
    • Gerakan 212 Perburuk Kualitas Keagamaan
    • Pemeriksaan Dihentikan Sementara, Dhani Menginap di Polres Jaksel
    • < li> Fadli Zon Sebut Ahmad Dhani Dikriminalisasi
    • Praktek Pinjam 'Bendera' Bisa Dikenakan Pidana
    • Zumi Zola: Saya Tak Pernah Perintahkan Suap
    • Gratiskan KJP, Pemprov DKI Yakin Ancol Tidak Akan Rugi
    • Tengah Malam, Mulan Temui Dhani di Polres Jaksel
    • Polisi Tidak Tahan Ahmad Dhani
    • 79.000 Kendaraan Keluar Jakarta saat Puncak Arus Libur Maulid Nabi
    • Deformasi Gunung Agung Alami Pergerakan
Sumber: Google News | Warta 24 Bengkulu

no image

Posted by On 19.09

Nelayan Diingatkan Tak Melaut, Tinggi Gelombang Laut Selatan ...

  • 1 ACTA Siapkan 100 Pengacara Bela Ahmad Dhani
  • 2 Ini Kisaran Harga Ekstasi yang Dijual di Tempat Hiburan
  • 3 Menguak Gairah Seksual Seseorang dari Bentuk Wajah
  • 4 Misteri Alas Ketonggo, Hutan Berhantu Penuh Misteri, Paling Angker di Jawa Timur
  • 5 Imbang Lawan Valencia, Kamar Ganti Barcelona Memanas
  • 6 Idrus Marham Ambisi Jadi Ketum Golkar, Ini Tanggapan Bambang Utoyo
  • 7 Inilah Kisah Asal Usul Nyi Roro Kidul, Jelmaan si Putri Cantik, Lara Kadita
  • 8 Soal Pencalonan Khofifah, Ketua MPR: Yang Harus Mundur Itu Anggota DPR, Bukan Menteri
  • 9 Megabintang Madrid Banting Setir Jadi Pemain Basket
  • 10 Misbakhun: Konsultan Pajak Merupakan Pekerjaan yang Mulia
Sumber: Google News | Warta 24 Bengkulu Selatan

thumbnail

Posted by On 19.08

Siklon Dahlia Mengamuk, Tinggi Gelombang di Laut Jateng dan ...

  • Home
  • News
  • Jateng
Siklon Dahlia Mengamuk, Tinggi Gelombang di Laut Jateng dan Yogya Capai 7 Meter ant, Jurnalis &CenterDot; Jum'at 01 Desember 2017, 08:58 WIB https: img.okeinfo.net content 2017 12 01 512 1823561 siklon-dahlia-mengamuk-tinggi-gelombang-di-laut-jateng-dan-yogya-capai-7-meter-VK1Q9tvOkP.jpgCuaca buruk di laut (Antara) A A A

CILACAP - Tinggi gelombang maksimum di laut selatan Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta diprakirakan mencapai 6-7 meter. Pengguna jasa kelautan diminta berhati-hati berlayar dan bagi kapal kecil diminta untuk tidak melaut.

"Peningkatan tinggi gelombang itu terjadi akibat pengaruh siklon tropis Dahlia yang saat ini berada di Samudera Hindia selatan Pulau Jawa," kata kata Kepala Kelompok Teknisi Stasiun Meteorologi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Cilacap, Teguh Wardoyo, Jumat (1/12/2017).

BERITA TERKAIT +
  • Penyeberangan Merak Dihentikan, Ini Upaya Antisipasi Menumpuknya Kendaraan di Gerbang Tol
  • Waspada Siklon Dahlia, Kecepatan Angin di Selatan-Tenggara Jakarta Bisa 95 Km Per Jam
  • Dihadang Gelombang Tinggi di Tengah Laut, KMP Teluk Sinabang Balik Arah ke Simeulue

Dia mengatakan tinggi gelombang 4-6 meter berpeluang terjadi di perairan selatan Cilacap, perairan selatan Kebumen, perairan selatan Purworejo, dan perairan selatan Yogyakarta.

Tinggi gelombang 6-7 meter berpotensi terjadi di Samudera Hindia selatan Cilacap hingga Yogyakarta.

Terkait dengan hal itu, pihaknya telah mengeluarkan peringatan dini gelombang tinggi yang berlaku sejak 1 Desember, pukul 07.00 WIB, hingga 2 Desember, pukul 07.00 WIB.

"Peringatan dini gelombang tinggi tersebut telah kami i nformasikan kepada seluruh pengguna jasa kelautan. Khusus nelayan tradisional yang menggunakan kapal berukuran kecil sebaiknya jangan melaut dulu agar terhindar dari hal-hal yang tidak diinginkan karena tinggi gelombang tersebut sangat berbahaya," katanya.

Dia juga mengimbau wisatawan di seluruh pantai selatan Jateng-DIY agar tidak berenang atau bermain air, terutama di wilayah pantai yang terhubung langsung dengan laut lepas karena tinggi gelombang 4-6 meter dapat terjadi sewaktu-waktu.

"Kami akan terus memantau perkembangan siklon tropis Dahlia yang memicu peningkatan tinggi gelombang dan menimbulkan cuaca ekstrem," katanya.

Berdasarkan hasil analisis BMKG, pada Jumat (1/12), pukul 01.00 WIB, posisi siklon tropis Dahlia berada di sekitar 9,4 lintang selatan dan 107,8 bujur timur atau sekitar 350 kilometer sebelah barat daya Cilacap yang bergerak ke arah timur menjauhi wilayah Indonesia dengan kecepatan gerak 9 knots atau 17 kilometer per jam dan kecepatan angin maksimum 40 knots.

Siklon itu berdampak pada peningkatan tinggi gelombang laut di perairan barat Kepulauan Mentawai, perairan Bengkulu, perairan selatan Jawa Timur, perairan Pulau Enggano, perairan barat Lampung, Selat Sunda bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Jawa Tengah, dan Samudera Hindia barat Lampung hingga selatan Jawa.

Siklon tropis Dahlia memicu terjadinya hujan dengan intesitas sedang hingga lebat di Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, dan Yogyakarta.

Siklon tropis Dahlia juga memicu terjadinya angin kencang dengan kecepatan lebih dari 20 knots di pesisir barat Bengkulu hingga Lampung, Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Tengah, Yogyakarta, dan Jawa Timur bagian barat.

(ulu)

Berita Lainnya

  • Gunung Agung Erupsi, Polda Jateng Siap Kirimkan 500 Brimob ke Bali

    Gunung Agung Erupsi, Polda Jateng Siap Kirimkan 500 Brimob ke Bali

  • Menegangkan, B   egini Operasi Mencari Narkoba di Lapas Nusakambangan

    Menegangkan, Begini Operasi Mencari Narkoba di Lapas Nusakambangan

  • 2 Petani Tersambar Petir, 1 di Antaranya Tewas

    2 Petani Tersambar Petir, 1 di Antaranya Tewas

  • Melihat Kekayaan Budaya di Jepangnya Jawa Tengah

    Melihat Kekayaan Budaya di Jepangnya Jawa Tengah

  • Sepi Senyap,

    Sepi Senyap, "Nyanyian Nina Bobok" Parpol untuk Rakyat di Pilgub Jateng

  • 1.000 Personel Polda Jateng Siap Diterjunkan ke Lokasi Bencana hingga Tahun Baru

    1.000 Personel Polda Jateng Siap Diterjunkan ke Lokasi Bencana hingga Tahun Baru

  • Polda Jateng Terjunkan 1.000 Personel ke Lokasi Terdampak    Siklon Tropis Cempaka

    Polda Jateng Terjunkan 1.000 Personel ke Lokasi Terdampak Siklon Tropis Cempaka

  • Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Daops 5 Purwokerto Tambah Gerbong Kereta

    Antisipasi Lonjakan Penumpang, KAI Daops 5 Purwokerto Tambah Gerbong Kereta

Berita Terkait

Cuaca Ekstrem
  • Gara-Gara Siklon Dahlia, Penyeberangan Merak-Bakauheni Dihentikan
  • Cuaca Ekstrem, Pelabuhan Bakauheni Ditutup Sementara
  • Viral Angin Puting Beliung Terjang Pesisir Cirebon, Sejumlah Bangunan Rusak
  • Cuaca Ekstrem, 30 Bencana Alam Terjadi dalam Sepekan di Sukabumi
  • Pohon Tumbang Timpa Mobil, Jalur Puncak Sempat Lumpuh
  • Angin Kencang Terjang Bandung & Sekitarnya, Sejumlah Baliho dan Pohon Tumbang
  • Bandung & Wilayah Lain di Jabar Diterjang Angin K encang, Ini Penyebabnya
  • 1.000 Personel Polda Jateng Siap Diterjunkan ke Lokasi Bencana hingga Tahun Baru
  • Polda Jateng Terjunkan 1.000 Personel ke Lokasi Terdampak Siklon Tropis Cempaka
  • Polres Cirebon Siagakan Personel di Lokasi Bencana
Cari Berita Lain Di Sini Sumber: Google News | Warta 24 Bengkulu Tengah

thumbnail

Posted by On 18.16

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Juru Bicara KPK Febri Diansyah dan Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan dalam jumpa pers di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com - Penyelengara negara di Provinsi Jambi dinilai tidak serius menerima pendampingan Komisi Pemberantasan Korupsi ( KPK) dalam bidang pencegahan korupsi.

Meski sering didatangi KPK, pejabat di Jambi tetap menjalankan praktik suap.

"Kami sangat menyesalkan kasus ini terjadi, karena Provinsi Jambi adalah dae rah yang telah ditangani dan didatangi KPK, dan menjadi daerah koordinasi supervisi dalam bidang pencegahan," ujar Wakil Ketua KPK Basaria Panjaitan di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).

Baca: Suap Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi Gunakan Kode Undangan

Jambi merupakan salah satu dari beberapa daerah rawan korupsi yang menjadi fokus KPK dalam melakukan koordinasi supervisi di bidang pencegahan.

Empat pejabat yang merupakan anggota DPRD dan pejabat Pemerintah Provinsi Jambi tiba di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).KOMPAS.com/ABBA GABRILLIN Empat pejabat yang merupakan anggota DPRD dan pejabat Pemerintah Provinsi Jambi tiba di Gedung KPK Jakarta, Rabu (29/11/2017).Beberapa daerah lainnya adalah Aceh, Sumatera Utara, Bengkulu, Banten, dan Papua.

Bahkan, Juru Bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, tim pencegahan KPK baru saja k embali dari Jambi untuk memberikan pendampingan kepada para penyelenggara negara di daerah tersebut.

Pada Selasa (28/11/2017), KPK melakukan operasi tangkap tangan dan menetapkan empat orang sebagai tersangka. Mereka adalah pelaksana tugas Sekretaris Daerah Provinsi Jambi, Erwan Malik; Asisten Daerah III Provinsi Jambi, Saipudin; pelaksana tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Jambi, Arfan, dan satu tersangka penerima suap yakni Supriono selaku anggota DPRD Jambi.

Uang sebesar Rp 4,7 miliar yang ditemukan KPK dalam operasi tangkap tangan diduga terkait pembahasan R-APBD Provinsi Jambi tahun 2018.

Baca juga: KPK Menduga Suap untuk Anggota DPRD Jambi Sebesar Rp 6 Miliar

Menurut Basaria, uang diberikan agar anggota DPRD bersedia menghadiri rapat pembahasan R-APBD.

Basaria mengingatkan, agar pejabat negara di daerah lain tidak menganggap bantuan KPK dalam bidang pencegahan hanya sekadar seremonial.

Basaria m eminta pendampingan KPK benar-benar ditindaklanjuti dengan baik.

"Pendampingan KPK jangan dianggap sudah selesai saat KPK datang saja. Kami berharap benar-benar untuk mengkoordinasikan agar pekerjaan di daerah bersih dan transparan," kata Basaria.

Kompas TV Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi kembali melakukan operasi tangkap tangan di Jambi dan Jakarta.


Berita Terkait

KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

Dari Kasus Jambi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus "Uang Pelicin" APBD

Suap Pejabat Pemprov dan Anggota DPRD Jambi Gunakan Kode Undangan< /h4>

Malam Ini, Lima Saksi yang Ditangkap di Jambi Dibawa ke Gedung KPK

Staf Dinas PU Jambi Ketahuan Saat Mencoba Musnahkan Bukti Transfer

Terkini Lainnya

Kamis Siang, Asma Dewi Hadapi Dakwaan Jaksa Terkait Ujaran Kebencian

Kamis Siang, Asma Dewi Hadapi Dakwaan Jaksa Terkait Ujaran Kebencian

Nasional 30/11/2017, 09:13 WIB Di Polewali Mandar, Pernikahan di Bawah Umur Heboh di Medsos

Di Polewali Mandar, Pernikahan di Bawah Umur Heboh di Medsos

Regional 30/11/2017, 09:08 WIB Trump Sebut Kim Jon Un Sebagai Anak Anjing Sakit

Trump Sebut Kim Jon Un Sebagai Anak Anjing Sakit

Internasional 30/11/2017, 09:08 WIB Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Pejabat di Jambi Nekat Lakukan Suap meski Sering Didatangi KPK

Nasional 30/11/2017, 09:07 WIB Menanti 73 Nama Tim Percepatan Pembangun   an Gubernur Anies...

Menanti 73 Nama Tim Percepatan Pembangunan Gubernur Anies...

Megapolitan 30/11/2017, 09:07 WIB Ketika Kehadiran Para Wakil Rakyat 'Dihargai' Miliaran Rupiah...

Ketika Kehadiran Para Wakil Rakyat "Dihargai" Miliaran Rupiah...

Nasional 30/11/2017, 08:49 WIB Tantangan Menteri Susi untuk Anies-Sandi Percantik Danau Sunter seperti di Geneva

Tantangan Menteri Susi untuk Anies-Sandi Percantik Danau Sunter seperti di Geneva

Megapolitan 30/11/2017, 08:42 WIB Bertemu Raja Salman, PM Inggr   is Ungkap Keprihatinan Konflik Yaman

Bertemu Raja Salman, PM Inggris Ungkap Keprihatinan Konflik Yaman

Internasional 30/11/2017, 08:35 WIB Apresiasi Buat Kerja Polda Sumut

Apresiasi Buat Kerja Polda Sumut

Regional 30/11/2017, 08:34 WIB KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

KPK Telusuri Keterlibatan Gubernur Zumi Zola dalam Suap APBD Jambi

Nasional 30/11/2017, 08:18 WIB Dari Kasus Jambi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus 'Uang Pelicin' APBD

Dari Kasus Jam bi, KPK Ingatkan Daerah Lain Tak Gunakan Modus "Uang Pelicin" APBD

Nasional 30/11/2017, 08:10 WIB Wali Kota Makassar Merasa Dicekal pada Pilkada 2018

Wali Kota Makassar Merasa Dicekal pada Pilkada 2018

Regional 30/11/2017, 08:05 WIB American Airlines Tak Sengaja Liburkan Ratusan Pilotnya di Masa Natal

American Airlines Tak Sengaja Liburkan Ratusan Pilotnya di Masa Natal

Internasional 30/11/2017, 08:03 WIB Menjaga Marwah Transparansi KPU

Menjaga Marwah Transparansi KPU

Nasional 30/11/2017, 07:58 WIB Berita Terpopuler: Bebas Setelah Diculik 10 Tahun, hingga Durian Buah Idaman di China

Berita Terpopuler: Bebas Setelah Diculik 10 Tahun, hingga Durian Buah Idaman di China

Internasional 30/11/2017, 07:35 WIB Load MoreSumber: Google News | Warta 24 Bengkulu Utara